KEYAKINAN & MENTAL

Keyakinan mempunyai kekuatan yang dasyat, keyakinan positif bisa membuat seorang yang biasa-biasa saja mampu melakukan hal yang luar biasa, sebaliknya, ketika seseorang memiliki keyakinan yang negatif, maka bisa membuat orang tersebut terpuruk dalam keputusasaan, tak perduli seberapa besar bakat dan kemampuan yang dimilikinya.
Ketika saya memutuskan untuk berhenti dari status pegawai, saya berpegang pada sebuah keyakinan positif, yang lahir dari hasil beberapa kali mengalami perenungan sendiri. Saya punya keyakinan bahwa sumber rizki saya adalah Allah, sang Maha Pemberi. Dia mengucurkan sebagian rizki jatah saya berbentuk pendapatan bulanan melalui saluran gaji saya, dari pendapatan itulah saya menafkahi diri dan keluarga saya.
Pertanyaannya; apakah kalau saya berhenti dari status pegawai, rizki jatah saya dari Allah juga ikut berhenti?. Pasti tidak…!
Nah… kalau begitu, berarti sumber jatah rizki saya tetap ada, hanya saja saya telah membuang salurannya (gaji bulanan). Untuk menjaga agar jatah rizki saya tetap mengalir, maka saya harus segera mencari saluran penggantinya. Karena saat itu saya telah berhasil membuat saluran sendiri melalui bisnis (meski kecil-kecilan), maka sayapun merasa yakin bahwa jatah rizki saya akan tetap mengalir melalui saluran bisnis saya tersebut, meskipun saya tidak lagi jadi pegawai.
(di sini saya dimantapkan oleh keyakinan lain yang disampaikan oleh Aa Gym, bahwa kita tidak perlu mencari rizki, tapi kita cukup menjemputnya saja..., karena kita semua telah diberi jatah rizki masing-masing).
Kemudian ada sebagian orang yang menyarankan, bahwa untuk persiapan berhenti dari karyawan, sebaiknya menyiapkan tabungan untuk bekal minimal 6 bulan biaya hidup. Hal itu sangatlah bagus, tapi saya punya pemikiran lain. Menurut saya, selain persipan biaya hidup, ada hal lain yang perlu dipersiapkan juga, yakni persiapan perubahan mental, dari mental seorang karyawan menjadi mental seorang wirausaha. Karena tidak ada yang menjamin bahwa setelah 6 bulan (atau berapa lamapun dia punya cadangan biaya hidup), usahanya telah berjalan dengan lancar. Tanpa persiapan mental, bisa jadi ketika cadangan biaya hidupnya telah habis, sementara usahanya belum stabil, maka dia mengalami drop (dan hal ini yang menimpa sebagian para pensiunan karyawan/pegawai).
Untuk persiapan mental ini, saya punya pengalaman pribadi, ada dua langkah yang saya persiapkan;
Langkah pertama; Saya tetapkan sebuah tujuan (yang paling gampang adalah yang berwujud material, misalnya; sepeda motor, mobil, uang, dlsb.) yang selama ini belum saya miliki, kemudian saya mencoba meraihnya dengan tidak bersumber dari pendapatan rutin di kantor (supaya tidak mengganggu mekanisme belanja keluarga). Di sinilah media untuk latihan pikiran kita menjadi lebih kreatif dalam berbisnis dengan risiko rendah, karena tidak sampai mengganggu kebutuhan primer keluarga kita. Di sini juga kita berlatih untuk berkomitmen (menjadikan tujuan sebagai suatu keharusan!), dan ketika satu demi satu tujuan itu berhasil kita raih, maka secara psikologis berdampak sangat luar biasa pada mental kita (kita telah membuktikan menguasai proses pencapaian suatu tujuan).
Contoh: karena saya berbisnis di bidang pelatihan, saya tetapkan tujuan untuk memiliki sebuah laptop. Saya berusaha sekuat mungkin mendapatkan tujuan itu tanpa harus tergantung dari pendapatan rutin di kantor saya. Alhamdulillah, ternyata saya bisa mencapainya. Kemudian saya tetapkan tujuan-tujuan lain; LCD projector, perlengkapan audio, sepeda motor, mobil dan sewa kantor. Alhamdulillah… semua target itu dapat dicapai.
Keadaan itu sangatlah menguatkan mental saya, selain itu, semua pencapaian itu juga menambah modal dasar saya dalam berbisnis.
Langkah kedua; Sedikit demi sedikit saya mengurangi ketergantungan pemenuhan kebutuhan keluarga dari pendapatan rutin di kantor. Saya mulai dengan mengambil hanya 80% gaji saya untuk kebutuhan keluarga, sementara 20% nya disimpan (inilah yang nanti menjadi tabungan persiapan masa transisi), sementara untuk memenuhi kekurangan kebutuhan keluarga (karena hanya diambil 80%), saya targetkan harus bisa dipenuhi dari pendapatan bisnis saya. Bulan berikutnya, saya hanya mengambil 60% gaji saya, demikian seterusnya, sampai akhirnya saya tidak pernah lagi mengambil gaji setiap bulannya, semuanya menjadi simpanan, sementara untuk memenuhi kebutuhan belanja keluarga, sudah bisa diatasi dari pendapatan bisnis saya.
Pelajaran yang bisa diambil dari langkah kedua ini adalah; secara mental saya tidak lagi tergantung pada gaji! Saya bisa memenuhi kebutuhan saya dengan tidak bersumber dari gaji. Itu berarti, bahwa saya siap untuk berhenti kapan saja…
Akhirnya... setelah kurang lebih tiga tahun menjalani masa persiapan tersebut, dengan pikiran mantap saya memutuskan untuk melepaskan status saya sebagai karyawan. Sekarang, saya sudah terbiasa dengan keadaan tanpa gaji rutin. Dengan mengandalkan rasa syukur atas segala kelebihan dan kesempatan yang saya miliki, saya menjalani proses menjemput keluasan rizki dari Sang Pemberi...

Semoga bermanpaat…
Salam Sukses…!

Rabu, 2 Agustus 2006, pukul 19.00-21.30.
Saya berkesempatan mengikuti seminar bulanannya AMA DKI yang diisi oleh pak Khrisnamurti. Acara ini menjadi sebuah media pengobat kekangenan saya sama pak Khrisnamurti, maklum, beliau adalah salah seorang guru saya yang sangat mempengaruhi pola pikir dan pola tindak saya selama ini.
Dari beliaulah saya memahami tentang kekuatan mind set. Kemudian melalui mind set itu pula kehidupan saya berubah menjadi SANGAT! SANGAT BERBEDA!
Beliau mengajarkan bahwa segala perubahan itu akan efektif bila diawali dengan perubahan cara BERPIKIR. Dengan merubah cara berpikir, maka akan merubah cara bertindak, perbuhan cara bertindak itu tentu akan mempengaruhi juga hasil yang akan didapat.
(karenanya saya memahami benar perubahan yang terjadi pada pak Budi, pak Hadi, dan yang lain-lain, dimana mereka mendapatkan hasil yang berbeda karena mereka bertindak berbeda, dan perbedaan tindakan mereka pasti diawali dari perubahan cara berpikir mereka)
Perubahan cara berpikir ini tentu diinspirasi oleh berbagai sumber, misalnya membaca buku-buku, mengikuti pelatihan atau seminar, atau karena mengalami suatu peristiwa.
Permasalahannya: banyak orang yang berubah cara berpikirnya setelah membaca buku atau mengikuti pelatihan, tapi tidak serta merta mudah merubah hasil yang diharapkannya. Kenapa???. AHA! Karena mereka tidak BERTINDAK berbeda sesuai dengan perubahan cara berpikirnya...!
(banyak orang yang setelah membaca buku atau ikut pelatihan, semangatnya menggebu-gebu, tapi begitu kembali ke habitatnya, dia melakukan hal-hal yang sama dengan hari-hari sebelumnya...)
Kalau begitu, pertanyaannya: Perubahan cara berpikir yang bagaimana yang bisa merubah tindakan seseorang???
Ternyata, yang membuat seseorang bertindak berbeda itu adalah perubahan cara berpikir yang mempengaruhi EMOSI... (emosi disini bukan hanya berarti marah, tapi lebih pada bagaimana keadaan perasaan).
(kita jadi ingat bagaimana perubahan pola pikir pak Tung sejak merawat ayahnya di rumah sakit di Singapura, bagaimana perubahan pola pikir pak Budi ketika memperhitungkan usia anak terkecilnya bila usia dia memasuki masa pensiun secara konvensional, bagaimana perubahan pola pikir pak Pri (Act Int) sejak menyaksikan manajernya yang pensiun hanya diberikan sebuah pulpen...)
Ternyata, yang membuat seseorang bertindak bukanlah TAHU atau TIDAK, tapi lebih karena disebabkan dia BERANI atau TIDAK BERANI!, lihatlah, Berani atau tidak berani adalah soal EMOSI, bukan PENGETAHUAN.
(di sini kita jadi mengerti mengapa banyak sarjana S1 dan S2 yang sulit untuk meraih sukses karena mereka tidak bertindak efektif, sementara para pedagang kaki lima bisa sukses, padahal pendidikan mereka cuma SD atau SMP...)
Perubahan pola pikir yang menyentuh emosi inilah yang biasanya mempengaruhi keyakinan seseorang, dan bila keyakinan sudah berubah, biasanya akan mempengaruhi juga pola tindaknya, dan tentu akan mempengaruhi hasil yang didapatnya...
Kesimpulan awalnya menurut saya:
• Kalau Kita belum merasa nyaman dengan hasil yang kita dapatkan selama ini, cobalah rubah cara berpikir kita (mind set), karena kalau kita tidak merubah cara berpikir kita, kita akan selalu punya alasan untuk menemui kegagalan (iya dia sukses karena bla, bla, bla... sementara saya khan bla, bla, bla....). Ketika kita merubah cara berpikir kita, maka akan mempengaruhi keyakinan dan pola tindak kita.
• Ketika pola pikir kita merasakan ada perubahan, masukanlah emosi ke dalamnya, misalnya dengan membayangkan: bagaimana rasa sukacita dan bahagianya kalau saya mendapatkan hasil yang berbeda... Bagaimana sengsaranya dan menderitanya kalau keadaan saya tidak mengalami perubahan...
Pertanyaan berikutnya yang muncul: Adakah cara memanipulasi emosi dengan cepat???
Tentu ada, salah satunya yang saya ketahui dan sangat efektif adalah: gunakan kekuatan pikiran BAWAH SADAR (sub conscious mind)...
Udah dulu ah... Berikutnya nanti kita akan bahas lebih lanjut tentang pikiran bawah sadar.
Salam Sukses…!

Yusef J. Hilmi
0816 116 9731
SMART Training Center
Webblog: yusefjh.blogspot.com

Jika hari ini Anda melakukan
apa yang selalu Anda lakukan,
besok Anda hanya akan mendapatkan
apa yang selalu Anda dapatkan.

Judul:
MASTER YOUR MIND DESIGN YOUR DESTINY (edisi terjemahan)
Penulis:
Adam Khoo dan Stuart Tan
Penerbit:
PT. Indeks Jakarta
Halaman:
461 (+xvi) halaman
Harga:
Rp. 70.000,-

Sekilas tentang isi buku:

Alkisah ada seorang profesor yang ingin menyusuri sebuah sungai. Ia lalu memanggil seorang tukang perahu setempat yang mau dibayar untuk membawanya menyusuri sungai.
Ketika perahu sudah bergerak menyususri sungai, sang profesor ingin menunjukan kepandaian dan pendidikannya yang tinggi. Ia lalu mulai menguji si tukang perahu yang sederhana itu.
Sambil mengangkat sebuah batu yang diambilnya dari tepi sungai, sang profesor dengan arogan bertanya kepada tukang perahu, ”Apakah kamu pernah belajar Geologi?” Tukang perahu memandangnya dengan bengong dan menjawab, ”Eh.... tidak.” Jangankan mempelajarinya, arti kata itu pun ia tidak tahu.
”Menurutku kamu akan kehilangan 25 persen hidupmu!” kata sang profesor. Si tukang perahu merasa tidak nyaman atas hinaan tersebut tetapi ia terus mendayung.
Pada saat mereka semakin jauh menyusuri sungai, arus mulai semakin kuat dan kencang. Sang profesor mengambil selembar daun yang mengambang di sungai dan bertanya kepada tukang perahu, ”Tukang perahu, apakah kamu pernah belajar Botani?” Dengan bingung si tukang perahu miskin itu kembali menjawab, ”Tidak.”
Sang profesor mengeleng-gelengkan kepalanya dan berkata, ”Ck ck ck. Berarti kamu akan kehilangan 50 persen hidupmu.” Kemudian ia memberi tanda ke tukang perahu untuk terus mendayung. Ketika mereka terus menyusuri sungai, arusnya menjadi semakin besar, air bergerak lebih cepat, dan perahu mulai bergoyang.
Tiba-tiba sang profesor melihat deretan pegunungan. Sambil menuding ke deretan pegunungan itu, ia bertanya kepada tukang perahu, ”Apakah kamu tahu tentang Geografi?” Dengan perasaan rendah diri dan malu-malu, tukang perahu kembali berkata, ”Tidak.”
Sang profesor pun berkata, ”Sudah kuduga demikian. Berarti kamu akan kehilangan 75 persen hidupmu.”
Pada saat itu juga sungai menjadi bergolak kuat. Air sungai bergerak dengan liar sehingga tukang perahu tidak mampu mengendalikan perahunya. Dan tiba-tiba perahu yang sedang goyah itu membentur batu besar sehingga perahu bocor dan mulai tenggelam.
Saat itulah tukang perahu bertanya kepada sang profesor, ”Profesor! Apakah Anda dapat berenang?” Dengan ketakutan sang profesor menjawab, ”Tidak!”
”Berarti Anda akan kehilangan 100 persen hidup Anda!” kata si tukang perahu sambil melompat dan berenang menuju tepi sungai.
Seperti sungai tersebut, kita hidup di zaman yang berubah dengan cepat dan evolusioner. Apakah arus sungai kehidupan akan lebih kencang dan semakin tidak dapat ditebak? Anda pasti berani bertaruh! Ini baru sebuah permulaan.
Sesuatu yang dulu membutuhkan waktu satu dekade untuk berubah, sekarang ini akan terjadi hanya dalam beberapa bulan. Pikirkan ini: diperlukan 50 tahun untuk menemukan pita kaset untuk merekam. Kemudian diperlukan kurang dari sepuluh tahun untuk menemukan compact disk yang menggantikan pita kaset. Selanjutnya diperlukan waktu kurang dari lima tahun untuk menemukan mini disk. Sekarang diperlukan waktu kurang dari tiga tahun bagi MP3 untuk membuat semuanya itu menjadi kuno.
Bisnis jutaan dolar dapat bangkrut dalam semalam. Pada waktu yang sama, perusahaan kecil dapat menjadi pemimpin pasar dunia dalam waktu beberapa tahun saja. Begitu pula, seorang profesional dengan pengalaman bertahun-tahun dan nilai pasar yang tinggi dapat secara ekonomis tidak berjalan dalam waktu yang singkat. Mengapa?
Ekonomi yang baru sangatlah dinamis dan 80 persen yang Anda pelajari di sekolah akan menjadi kuno pada saat Anda lulus. Tiga puluh persen pekerjaan, perusahaan, produk, dan jasa yang ada saat ini, belum muncul satu dekade yang lalu.
Siapa yang pernah mendengar istilah chief information officer, website designer, technopreneurs, internet service providers, atau net nannies di tahun 1990-an? Begitu pula 50 persen pekerjaan yang ada saat ini, sepuluh tahun lagi tidak akan eksis seperti sekarang.
Pada kenyataannya, rata-rata orang akan melewati empat perubahan karier (bukan perubahan pekerjaan) sepanjang hidup mereka. Mengapa? Sederhana saja, pekerjaan yang mereka miliki dan perusahaan tempat mereka bekerja saat ini tidak akan bertahan dalam jangka panjang.
”Dunia harus berubah, dan para pemimpin adalah orang yang mengubahnya.”
Ini tampaknya merupakan sesuatu yang menakutkan. Tetapi ini juga merupakan sesuatu yang memungkinkan munculnya peluang-peluang yang sebelumnya tidak disadari oleh mereka yang akan mengubahnya! Dengan adanya perubahan, muncullah peluang besar. Pikirkan ini!
Sekarang ini jumlah jutawan dan miliuner jauh lebih banyak dibandingkan beberapa dekade yang lalu. Dan tidak seperti miliuner masa lalu yang sebagian berusia di atas lima puluh tahun, miliuner masa sekarang berusia tiga puluh tahun! Sekarang ini, dengan ide yang inovatif, Anda dapat memiliki bisnis bernilai jutaan dollar dalam waktu kurang dari sepuluh tahun. Lihatlah contohnya, Amazon.com, E-Bay, Oracle, atau Hotmail.
Apakah Anda memiliki perangkat untuk berenang di sungai kehidupan yang berubah secara dinamis ini? Apakah Anda akan mampu mengikuti gelombang zaman yang baru ataukah terjebak pada arus bawah yang mematikan?
Apakah Anda akan seperti sang profesor yang ia pikir tahu segala-galanya, tetapi tenggelam di sungai kehidupan yang nyata? Anda dan saya sama-sama tahu bahwa sukses akademik, pengetahuan, dan kepandaian bukanlah jaminan untuk sukses di zaman ekonomi baru ini. Bahkan, hal-hal tersebut bisa sangat kecil pengaruhnya.
Beberapa orang yang saat ini menggerakan dan menggoyang ekonomi baru adalah orang-orang yang putus sekolah, yang mempekerjakan ”para profesor” untuk menjalankan bisnis mereka. Bill Gates (Microsoft), Larry Ellison (Oracle), dan Richard Branson (Virgin Group) adalah orang-orang yang tidak pernah menyelesaikan sekolahnya.
Walaupun kualifikasi akademik dan pendidikan itu penting, namun tidak mencukupi bagi Anda jika Anda ingin berhasil di zaman yang bergolak ini. Orang-orang yang sukses saat ini bukan yang ber-IQ tinggi atau memiliki gelar-gelar panjang dibelakang namanya. Mereka adalah orang-orang yang memiliki pola-pola keunggulan tertentu.
Pola-pola keunggulan yang saya maksud di sini adalah kemampuan untuk menguasai sumber daya mental Anda dan mengeluarkan kekutan pribadi Anda. ini merupakan satu set keyakinan, sikap, dan perilaku yang dimiliki oleh individu yang secara konsisten akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa.
Ini adalah kemampuan untuk menguasai hidup, mampu mengendalikan kondisi emosi, dan mengeluarkan potensi-potensi terbaik dari dalam diri Anda. ini adalah tentang bagaimana memiliki keluwesan untuk secara konstan belajar (learning), tidak belajar (unlearning), dan belajar kembali (relearning). Ini adalah kemampuan untuk membuat model dan meniru keunggulan orang lain dalam waktu singkat. Dan ini merupakan kemampuan yang secara konstan akan memberi respons dengan cara-cara yang memberdayakan terhadap kejadian-kejadian di sekitar kita.
Mereka tidak memiliki keahlian ”berenang” (para profesor, profesional, atau pun orang biasa) akan terus dikendalikan oleh lingkungan eksternalnya dan diatur oleh ketakutan akan perubahan dan sesuatu yang tidak dapat diduga.
Mereka akan berakhir sebagai korban yang frustasi dan tidak berdaya di tengah-tengah gelombang globalisasi, restrukturisasi, dan perubahan yang dahsyat. Mereka yang bisa ”berenang” dan menaiki gelombang akan mencapai kesejahteraan, kesuksesan, dan pemenuhan melewati batas imajinasi-imajinasi liarnya.
Melalui buku ini, Anda akan belajar cara melengkapi diri Anda dengan pola pikir, keahlian, dan pola-pola perilaku untuk mencapai hal-hal di atas. Anda akan dipersenjatai dengan pola-pola keunggulan sehingga Anda dapat menguasai pikiran Anda dan merancang jalan hidup Anda – bagaimanapun kondisi lingkungan eksternal Anda.

Profil Penulis: Adam Khoo
Ketika di SD (Primary School), dia menempati 10 terbawah dari 160 siswa keseluruhan, karenanya dia ditolak di 6 SMP yang didaftarkan oleh orang tuanya. Kemudian ia dikirim ke Ping Yi, sebuah sekolah negeri yang relatif baru dan belum dikenal orang.
Orang tuanya menjadi panik dan mengirimkan dia pada banyak kursus privat. Tetapi cara itu tidak menolong sama sekali. Akhirnya sampai pada titik dimana mereka kira bahwa satu-satunya cara adalah mengirimkannya untuk belajar di luar negeri. Mereka mengganggap jika dia tetap tinggal di Singapura, di mana sistem pendidikan sangat kompetitif, dia tidak akan memenuhi syarat untuk melanjutkan sekolah ke tingkat lebih tinggi.
Pada saat kemuduran terendah dalam karir sekolahnya, orang tuanya mendaftarkannya dalam program Super-Teen TM.
Dalam program tersebut, ia mempelajari banyak hal, seperti Accelerated Learning, Neuro-Linguistic Programming (NLP) dan keseluruhan pembelajaran otak yang diadaptasikan untuk pelajar,
Dengan perasaan tergugah dan tertantang, dia meninggalkan pelatihan dengan kemampuan belanjar super yang baru diperolehnya, dia merasa siap untuk menuntut haknya untuk sukses. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya, dia menetapkan pandangannya untuk mendapatkan nilai A dalam seluruh pelajaran.
Setelah meninggalkan pelatihan, dia sangat bersemangat dan bergairah tentang masa depan. Dia merasa seolah-olah dia dapat melakukan apapun. Sehingga hal pertama yang dia lakukan adalah menetapkan tiga tujuan yang sangat besar. Tujuan pertama dia adalah menyelesaikan sekolah dia dalam satu tahun. Tujuan dia yang kedua adalah belajar sebaik mungkin sehingga bisa di terima di Victoria Junior College (Akademi terkenal di Singapura). Tujuan dia yang terakshir adalah diterima di National University di Singapura dan menjadi salah satu mahasiswa terpandai. Impian yang mustahilkah? Itulah yang dipikirkan oleh setiap orang. Kembali ke rumah dan sekolah, dia menjalankan tindakan. Menempelkan poster motivasional yang dibuat sendiri di dinding kamar. Dia mulai menggunakan strategi belajar yang dia dapat dipelatihan. Dia mulai menulis catatan pelajaran dengan otak seluruhnya dan mulai membaca cepat di depan teman-teman. Ketika diberikan soal oleh guru, dia mampu memjawab dengan cepat dalam urutan yang sempurna, berkat teknik memori super yang telah dia pelajari.
Umumnya, setiap orang menjadi penasaran. Para guru bertanya apa yang telah merasuki dia. Dia menjawab bahwa dia akan menjadi murid terpandai di sekolah. Mereka memandang dia seolah-olah dia sudah gila. Teman-teman sekolah bertanya kemana rencana dia setelah lulus sekolah. Dia menjawab akan masuk ke Victoria Junior College dan kemudian masuk ke National University. Mereka semua tertawa. ‘Itu gila! Tidak ada satu murid pun dari kita yang akan berhasil diterima! Hanya murid-murid dari sekolah terkenal saja yang bisa diterima, bukan kita!’ Bukannya melemahkan semangat, komentar-komentar mereka malah membuat dia lebih bersemangat! Dia berusaha untuk membuktikan satu hal dan merubah sejarah. Bahwa murid yang bodoh dari sekolah yang tidak ‘elit’ benar-benar dapat mencapai semua itu!
Dalam 3 bulan, dia berhasil meningkatkan nilai dari rata-rata 52% menjadi 72%. Hal ini membuat dia naik peringkat dari yang terbawah menjadi rangking 18 teratas di sekolah, semuanya dalam satu tahun yang mengesankan.
Setelah itu dia menjadi peringkat teratas di sekolah (dalam nilai keseluruhan, terbaik dari 6 mata pelajaran terbaik). Dengan 6 nilai ‘A’ dan 8 poin, dan diterima masuk ke Victoria Junior College, sekolah pilihan dia. Dia mendapatkan nilai ‘A’ penuh untuk tiga mata pelajaran terbaik dan diterima ke National University di Singapura (NUS) untuk belajar Bisnis Administrasi.
Mulai dari tahun pertama di universitas, nilai-nilai dia membuat dia mendapat tempat di daftar Dekan (daftar kehormatan) setiap tahun berturut-turut. Dia juga di terima Program Pengembangan Bakat NUS (NUS Talent Development Programme – TDP). Yang merupakan perluasan dari ‘program beasiswa’ yang ditawarkan kepada peringkat 1% teratas di universitas.
Dia memulai bisnis pertama pada umur 15 tahun (event management) dan bisnis kedua (pelatihan dan konsultasi) pada umur 21 tahun dan memasuki bisnis properti dan investasi pada umur 22 tahun.
Dalam waktu dua tahun setelah lulus universitas, pada umur 26 tahun, dia telah berhasil mengumpulkan kekayaan sebesar lebih dari $1,2 juta, mengelola dua bisnis sukses, dan memiliki honor sebagai pembicara sebesar $2.000 per jam.
Dia telah berbicara di hadapan lebih dari 50.000 orang guru, mahasiswa, profesional, manajer dan CEO di bidang belajar cepat dan keunggulan kepribadian.


Salam Sukses...
Pada jaman nenek moyang kita dahulu, kelebihan seseorang diukur dari kehebatan dan kesaktiannya dalam menguasai berbagai ilmu yang untuk mendapatkannya biasanya harus melalui proses yang begitu berat (bertapa, tirakat, puasa, dlsb...).
Keadaan kemudian berkembang, dimana untuk mendapatkan berbagai ilmu dan pengetahuan bisa didapatkan melalui pendidikan formal di sekolah-sekolah. Hanya saja, keadaan menunjukkan bahwa harga untuk menimba ilmu di sekolah semakin lama semakin mahal, lagipula ilmu yang diajarkan di sekolah, cenderung bersifat teoritis (tidak lagi sesuai dengan keadaan di masyarakat), keadaan ini sebagai akibat dari perubahan yang begitu cepat dalam kehidupan masyarakat.
Kita beruntung... Sekarang kita hidup di jaman dimana kita bisa mengakses sumber ilmu pengetahuan dengan relatif lebih mudah, murah dan cepat!.
Kita bisa memilih jenis ilmu pengetahuan yang kita inginkan, dan bisa kita dapatkan di berbagai sumber yang beragam (kursus, training, privat, buku-buku, internet dlsb...)
Sebagai contoh, berikut ini adalah sebagian kecil buku-buku referensi di bidang entrepreneurship dan pengembangan diri yang meskipun harganya di bawah seratus ribu rupiah, tapi telah terbukti bisa memberi inspirasi bahkan bisa merubah pola pikir jutaan orang pembacanya.
Semoga info ini juga bisa memberi manfaat bagi Anda...

Buku-buku Entrepreneurship:
1. Robert T. Kiyosaki: Rich Dad, Poor Dad
Buku ini mengupas tentang Melek Finansial, dimana dibahas perbedaan antara orang miskin, orang kelas menengah dan orang kaya, apa yang membedakannya dan bagaimana bisa terjadi perbedaan itu.
2. Robert T. Kiyosaki: The Cashflow Quadrant
Buku ini merupakan lanjutan dari Rich Dad, Poor Dad, dimana dibahas tentang empat kuadran sumber-sumber pendapatan seseorang, dengan penjelasan masing-masing kuadran. Dengan mempelajari 4 kuadran itu kita jadi mengerti mengapa ada orang yang sampai usia pensiun masih disibukkan oleh mencari penghasilan, sementara yang lain bisa kaya raya dalam usia yang relatif lebih muda
3. Robert T. Kiyosaki: Guide To Investing
Dalam buku ini dibahas tentang cara memasuki kuadran I. Dijelaskan juga jenis-jenis investor yang ada di sekitar kita.
4. Robert T. Kiyosaki: Retire Young Retire Rich
Dalam buku ini dibahas bagaimana cara pensiun dengan lebih cepat, dengan menggunakan kekuatan daya ungkit (leverage)
5. Napoleon Hill: Berpikir dan Menjadi Kaya
Buku ini termasuk buku klasik yang membahas tentang kekayaan, dimana penulisnya mencoba mengumpulkan faktor-faktor penentu keberhasilan dari orang-orang yang sudah kaya raya pada saat itu. Dalam buku ini dibahas 14 faktor penentu yang dimiliki oleh orang-orang kaya. Buku ini juga menjadi inspirasi bagi Robert T. Kiyosaki
6. George S. Clason: The Richest Man in Babylon
Buku ini juga merupkan buku klasik yang membahas tentang pentingnya pengendalian pengeluaran (hukum 80/20). Buku ini juga menjadi inspirasi bagi Robert T. Kiyosaki.
7. Purdi E. Chandra: Menjadi Entrepreneur Sukses
Buku ini merupakan kumpulan tulisan lepas dari penulisnya yang merupakan hasil dari pengalamannya dalam berbisnis (Primagama Group). Buku ini menjadi buku bajaan wajib para mahasiswa EU.
8. Tung Desem Waringin: Financial Revolution
Buku ini mengupas tentang faktor-faktor mengapa orang menjadi miskin dan susah untuk kaya, kemudian dibahas secara gamblang bagaimana cara mengantisipasi faktor-faktor tersebut sehingga dapat memperoleh kekayaan dengan dasyat.
9. H.M Ambalay Djuardi: Kiat Sukses Mencari dan Mendapatkan Banyak Uang
Buku ini juga merupakan tulisan hasil pengalaman penulisnya dalam mencari, memulai, menjalankan dan membesarkan usahanya (Kursus ”Juliana Jaya”)
10. Masfuk: Orang Jawa Miskin Orang Jawa Kaya
Buku ini juga merupakan tulisan hasil pengalaman dan pengamatan penulisnya dalam menjalankan usaha yang dimulainya dari nol (bahkan minus) sampai berhasil menjadi pengusaha besar (terakhir bahkan terpilih menjadi Bupati). Buku ini begitu sarat dengan nuansa spiritual bisnis.
11. Chin- Ning Chu: Perjalanan Menuju Kota Kemakmuran
Buku ini mengungkap tentang 10 rahasia hukum alam tentang uang. Meskipun tipis dan berbentuk cerita fiksi, tapi begitu aplikatif dan inspirasional.

Buku-buku Pengembangan Diri:
1. Adam Khoo: Master Your Mind Design Your Destinity
Buku ini merupakan aplikasi dari ilmu NLP berisi formula untuk sukses versi NLP, dengan membahas faktor-faktor pendukungnya.
2. Antony Robbins: Unlimited Power
Buku ini juga merupakan buku aplikasi ilmu NLP versi Anthony Robbins, dimana dibahas tentang potensi manusia yang sangat luar biasa (yang sayangnya jarang disadari dan digunakan oleh sebagian besar di antara kita)
3. Antony Robbins: Awake to Giant Within
Buku ini juga merupakan buku aplikasi ilmu NLP versi Anthony Robbins, dimana dibahas bagaimana membangkitkan potensi diri melalui kendali mental, fisik dan emosi.
4. David J. Schwartz: Berpikir dan Berjiwa Besar
Buku ini membahas tentang kekuatan pikiran seseorang yang bisa menentukan hasil yang akan diperoleh orang tersebut melalui kebiasaan berpikir besar.
5. David J. Schwartz: Berpikir dan Menjadi Sukses
Buku ini melengkapi buku yang di atas, dimana membahas kekuatan impian dan teknik-teknik menuju kesuksesan.
6. Sandy MacGregor: Piece of Mind
Buku ini berisi tentang salah satu potensi manusia terbesar, yaitu pikiran bawah sadar, dimana dibahas bagaimana prinsip kerjanya, cara mengaktifkannya serta cara-cara mengoptimalkannya dalam kehidupan sehari-hari (terutama dalam proses pencapaian tujuan).
7. Billi P.S Lim: Berani Gagal
Dalam buku ini kita akan disadarkan tentang tidak perlunya kita putus asa ketika menghadapi kegagalan, karena kegagalan itu bagian dari kehidupan setiap orang.
8. Billi P.S Lim: Berani gagal : Hikmah Kegagalan
Sama dengan buku yang di atas, di sini dibahas tentang kekuatan mental seseorang dalam menghadapi kegagalan sehingga dapat menemukan rahasia hikmah dibaliknya
9. James J. Mapes: Quantum Leap Thinking
Buku ini mengupas tentang proses/langkah-langkah menuju kesuksesan hidup, dimana di dalamnya dibahas kombinasi dari berbagai teori pengembangan diri.
10. Paul Hana: Believe and Achieve !
Buku ini secara gambalang bercerita tentang kekuatan keyakinan dalam pencapaian sesuatu tujuan.
11. Stephen R. Covey: 7 Habit of Highly Efective People
(Pasti semua sudah tahu…)
12. Paul G. Stoltz: Adversity Quotient
Melengkapi berbagai jenis kecerdasan yang ada, penulisnya memperkenalkan sebuah jenis kecerdasan lain, yaitu kecerdasan dalam menghadapi kesulitan/rintangan, dimana dikelompokkan ada 3 jenis, yaitu; Quitters, Campers & Climbers.
13. Andrew Ho: Higway To Success
Seperti buku-buku pengembangan diri yang lain, buku ini membahas tentang faktor-faktor keberhasilan seseorang dalam kehidupannya.
14. Viktor E. Frankl: Man’s Search for Meaning
Buku ini begitu menggugah, karena diawali dengan pemaparan pengalaman penulisnya selama dalam kamp konsentrasi NAZI, sehingga melahirkan sebuah teori logoterapi.
15. Chin- Ning Chu: Thick Face, Black Heart
Buku ini mengupas tentang filosofi Cina tentang kekuatan mental baja, pantang menyerah dalam menghadapi berbagai kesulitan dan kekejaman hidup dalam menuju kemakmuran, kemenangan dan kesuksesan. Buku ini cocok dibaca ketika kita dilanda sebuah kesulitan atau permasalahan hidup yang menghimpit.

Berikutnya, Insya Allah saya akan membahas setiap buku-buku tersebut.